Max Weber | Calvinisme
Calvinism
Tarmizi Taher, saat menjadi Menteri Agama pada tahun 1997 pernah mengadakan kunjungan ke Ceper (Klaten Jawa Tengah) di pusat usaha baja. Menurutnya, di Ceper ia menemukan suatu kenyataan bahwa ada kaitan yang sangat kuat, antara dimensi Spiritualitas dengan kegiatan ekonomi industrial di pedesaan. Dimensi Spiritualitas nampak pada etos kerja masyarakat yang dibangun berdasarkan keyakinan agama, sehingga kegiatan ekonomi mereka tidak dapat dilepaskan dari motivasi agama, yang secara konkrit terlihat pada pengaruh keberhasilan usahanya. Keberhasilan tersebut mendorong mereka untuk ikut serta dalam usaha memajukan kegiatan sosial, pendidikan dan keagamaan masyarakat, seperti membangun sekolah, masjid dan kegiatan sosial lainnya.[1]
Kesan yang disampaikan oleh Tarmizi Taher tersebut senada dengan hasil penelitian Weber pada lingkungan masyarakat Protestan sekte Calvinis. Menurutnya, agama yang bersemangat modernlah yang akan memberikan dorongan, spirit terhadap pertumbuhan ekonomi kapitalisme. Weber menyindir kaum Katolik yang dilihatnya suka hidup membiara.[2] Secara tegas Weber berpendapat bahwa terdapat hubungan antara ajaran agama dengan perilaku ekonomi, yakni keduanya saling mempengaruhi dan dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang terjadi pada pranata-pranata yang membentuk masyarakat.[3]
Penelitian yang lain yang dilakukan di Indonesia, yang ‘menguji’ tesis Weber di atas dilakukan antara lain oleh Sayuti Hasibuan di Masyarakat Angkola/Sipirok (1994), Mochtar Naim pada masyarakat Minangkabau (1979), Muhammad Sobary pada masyarakat Betawi (1991), Clifford Geertz di Mojokuto dan Tabanan Bali (1969), Lance Castles pada masyarakat Kudus (1967) dan Irwan Abdullah di Jatinom Klaten (1994). Menurut Nur Hamnah, penelitian-penelitian tersebut menemukan, baik secara implisit maupun eksplisit, bahwa agama secara terang-terangan maupun diam-diam mendorong adanya semangat kapitalisme industrial, berekonomi modern.[4]
Dari beberapa pendapat dan penelitian yang dilakukan di atas (sejak penelitian Weber hingga di Ceper Indonesia tahun 1997 yang dilakukan Musa Asy’arie), dapat diambil kesimpulan bahwa ajaran agama mempunyai pengaruh terhadap perilaku ekonomi.
Tulisan ini akan mengkaji tentang nilai-nilai spiritual Shalat dan Pengaruhnya terhadap Etos Kerja. Tulisan ini akan diawali dengan kualitas shalat yang dijalankan oleh musholli dengan mengambil tema perkembangan kualitas musholli. Selanjutnya, akan dibahas tentang spirit shalat dan hikmah tasyri’ sebagai usaha untuk meningkatkan kualitas musholli; kemudian dibahas tentang etos kerja untuk melakukan analisis dan menghasilkan kesimpulan tentang pengaruh shalat terhadap peningkatan etos kerja.
___________
baca langsung dari sumbernya....... clik me
___________
baca langsung dari sumbernya....... clik me
Label: calvinisme, max weber












<< Beranda